RSS

Orbis Non Sufficit


“Orbis Non Sufficit “ adalah istilah dalam bahasa Latin atau lebih dikenal dalam bahasa Inggris sebagai “The World is Not Enough”.  Dalam bahasa Indonesia istilah tersebut dapat di artikan sebagai “Dunia Saja Tidak Cukup”. Istilah ini pertama kali muncul dalam sebuah buku yang ditulis oleh Ian Flemings. Yap, Ian Flemings adalah penulis novel legendaris yang bercerita tentang agen rahasia Inggris berinisial 007 alias James Bond. Bahkan istilah The World is Not Enough diplot sebagai salah satu judul film layar lebar James Bond pada tahun 1999 yang waktu itu diperankan oleh Pierce Brosnan. Mungkin banyak dari sahabat Sigit yang pernah menonton film ini. Di sini Sigit nggak akan menceritakan film James Bond ini. Sigit hanya ingin menyampaikan sesuatu yang mungkin dapat menjadi inspirasi buat temen-temen dan sedikit berkaitan dengan si “007” ini.

Orbis Non Sufficit adalah sebuah moto keluarga agen rahasia kita si “007” ini, sekaligus moto hidup Sigit. Sigit memang sangat menyukai cerita dan film si “007”. Bukan gara-gara ceweknya atau lebih dikenal sebagai “Bond Girl” nya yang cantik-cantik, berbagai peralatan super canggih yang digunakan, juga bukan karena mobil-mobil super keren yang digunakan. Sigit menyukai si “007” ini karena film-film dan cerita-cerita “007” ini yang memiliki arti dan dapat menjadi inspirasi bagi kita. Salah satunya dari film “The World is Not Enough” ini yang mengajarkan arti “Enough” atau dalam bahasa Indonesianya “Cukup”.
Dikisahkan dalam film ini agen rahasia kita memiliki musuh bernama Renard yang ternyata dulunya seorang agen rahasia juga berinisial 006. Renard yang dulu berkhianat kepada negarana ternyata masih hidup dan mengusung misi balas dendam. Renard memanfaatkan putri seorang Taipan dari Rusia bernama Elektra King yang naksir abis sama si Renard ini. Si Elektra King ini super kaya dan rela melakukan apa saja buat si Renard. Bahkan membunuh ayahnya sendiri demi Renard. Renard yang berencana menghancurkan Inggris dengan bantuan Elektra King berhasil mencuri bom atom dan akan meledakkannya di Ingggris lewat torpedo sebuah kapal selam yang berhasil dibajaknya. Singkatnya udah bisa ditebak bahwa agen kita berhasil menghentikan aksi Renard dan dapet cewek baru deh. Hehehehehe…
Dari film tersebut Sigit ingin menyampaikan beberapa hal yang mungkin bisa menginspirasi dan memotivasi sahabat Sigit semuanya. Sigit memberinya istilah “Ilmu Cukup”. Ilmu Cukup ini adalah sebuah ilmu karangan si Sigit sendiri. Disebut ilmu cukup karena mengajarkan kita arti sebuah kata bernama “Cukup” itu sendiri.
Sebagai manusia biasa lumrah adanya jika kita ingin kaya. Jika kita kaya, kita dapat membeli semua yang kita inginkan. Kalo perlu satu Mall beserta isinya lengkap juga bisa kita beli. Sebagai manusia plumrah pula jika kita tak ingin hidup miskin. Hidup miskin itu susah, buat makan aja susah, apalagi mau beli Mall. Jika disuruh memilih, jujur setiap orang akan memilih untuk hidup kaya. Tapi Sigit nggak pengen tuh hidup kaya, tapi juga nggak pengen untuk hidup miskin. Bukannya nggak punya pendirian, Sigit hanya ingin hidup “Cukup” saja.
Sigit nggak ingin jadi kaya, karena kalau kita kaya kita nggak akan pernah merasa puas dan nggak bersyukur atas semua yang kita miliki saat ini. Mula-mula kita ingin sepeda, setelah itu sepeda motor, lanjut mobil, terus apa lagi?? Pesawat Pribadi? ato Helikopter?. Semua itu bisa saja kita beli jika kita kaya. Namun semua itu seakan nggak berarti sama sekali karena kita nggak dapet kepuasan dan ingin yang lebih lagi, lagi, dan lagi. Contohnya ya teman cantik kita si Elektra King di film si “007” ini. Dia kaya dan punya segalanya. Namun gara-gara cintanya dan perasaan nggak puas, dia jadi dimanfaatkan dan hidupnya jadi hancur berantakan. Selain itu hidup sebagai orang kaya itu susah, susah karena bayar pajaknya jadi tinggi (mentang-mentang anak STAN n ngerti pajak, jadi bilang gini deh. Hehehe).
Sigit juga nggak ingin jadi orang miskin. Jadi orang miskin itu susah. Nggak perlu jauh-jauh nyari orang miskin, karena di sekitar kita banyak sekali orang miskin. Nggak perlu Sigit jelasin lah gimana susahnya jadi orang miskin, sahabat Sigit pasti udah pada tau semuanya. Tapi, yang paling kebangetan itu jika kita jadi orang miskin udah gengsi nggak bersyukur lagi. Satu hal yang membuat seseorang enak jadi orang miskin. Orang miskin nggak perlu bayar pajak penghasilan. Hehehe.
Sigit hanya ingin hidup cukup. Cukup dalam artian mensyukuri semua yang dimiliki. Hidup cukup itu enak. Cukup artinya kita nggak kekurangan sesuatu hal apapun juga nggak kelebihan. Hidup cukup akan membuat kita bersyukur atas segala yang kita miliki. Toh kita hidup cuma sekali, sayang jika dilewatkan dengan sibuk jadi orang kaya yang nggak pernah puas, ato jadi orang miskin yang buat makan saja susah. Jadi, marilah kita hidup serba berkecukupan saja. Hidup cukup bukan berarti melarang kita untuk jadi kaya. Kita boleh saja kaya, tapi kaya yang cukup. Hidup kaya yang cukup adalah idaman semua orang. Jadi, kita akan merasa puas dan semua kebutuhan tercukupi. Jika ada kelebihan akibat kekayaan kita, dapat digunakan utuk ditabung dan membantu saudara-saudara kita yang masih kurang berkecukupan.
Jadi, sekali lagi Sigit ingin memberikan inspirasi dan motivasi bagi sahabat Sigit semuanya, marilah kita hidup berkecukupan saja. Hidup kaya nggak akan menyelesaikan semua masalah. Hidup miskin nambah-nambahin masalah aja. Jadi, marilah hidup “CUKUP” dan bersyukur atas segala yang kita miliki.
#Ilmu Cukup ini adalah sebuah prinsip dan ilmu yang Sigit dapatkan tidak hanya dari film si “007”, tapi juga dari Kakek Sigit yang sangat Sigit cintai.


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

2 komentar:

emon_shares_some_stories mengatakan...

kuncine 1, bersyukur :)

Anonim mengatakan...

keren, sangat menginspirasi. kalo ada waktu mampir di majalah saya ya mas, ouchzine.wordpress.com makasi

Posting Komentar