RSS

Antara 5 kg, Superman, Angon Wedhus, dan Jakarta..


Sebuah mobil Kijang Pick Up berwarna hitam melaju kencang menuju daerah Gondanglegi, Kab. Malang. Seorang lelaki yang gundah menyetir mobil didampingi istrinyayang sedang hamil tua dan memegangi perutnya. Tak butuh waktu lama sampailah mereka di rumah seorang bidan. Yap, si Ibu ternyata mau melahirkan. Setelah beberapa jam penuh ketegangan karena seorang Ibu yang bertaruh nyawa demi sang anak, lahirlah seorang anak laki-laki berbobot 5kg yang terlahir sehat tepat pukul 18.00 WIB hari Minggu Pahing  18 Februari 1990. Ajaib bayi berbobot 5kg terlahir lancar tanpa operasi. Dan sejak saat itu dimulailah petualangan si bayi ajaib yang diberi nama SIGIT ADI WASKITO..
Tinggal di Jalan Raya Bakalan No. 16 Kec. Bululawang Kab. Malang, Sigit kecil sangat disayang keluarganya, melewati hari-hari bahagia mulai belajar tengkurap, merangkak, berdiri, berjalan, berlari dan berbicara selayaknya balita pada umumnya. Sigit kecil terkenal lincah, aktif, nakal, tambeng, ndableg, sampe dijuluki “set goreng” maksdnya seperti ulat yang digoreng akan menggeliat-geliat gak karuan bergerak kesana kemari. Puncak kenakalan Sigit kecil ini ketika masih TK, Sigit kecil loncat dari bemper mobil sambil teriak “SUPERMAAAAAAAAAAN”, walhasil jempol ini anak mengalami dislokasi dan alis kirinya sobek 2cm. Tapi jangan salah, bekas luka ini yang membuat Sigit jadi kelihatan ganteng J. Sigit kecil sekolah di TK Dharma Wanita Bakalan Bululawang.
Setelah masuk Sekolah Dasar, tepatnya SD Negeri Bakalan II. Sigit kecil mulai nggak tambeng lagi, mulai belajar dengan baik dan benar. Nggak begitu banyak kenangan manis waktu SD si Sigit ini. Di kelas 2 SD Sigit ditinggal cewek yang dia taksir (Cinta Pertamanya) entah kemana, pamitnya sih ke Padang, Sumatera Barat, tapi sampe sekarang masih belum ketemu. Setelah ditinggal ini cewek, Sigit kecil yang ganteng sering ditembak cewek-cewek, baik di sekolahnya maupun di luar sekolahnya. Mulai dapet surat cinta, sampe ditembak langsung via telepon. Tapi dasar anak cupu, Sigit kecil yang ganteng diem aja. Malah mikirin belajar sampe akhirnya lulus ranking 1 di SDnya.
Sigit kecil yang udah lulus SD akhirnya masuk ke SMP Negeri 1 Bululawang, setelah harapannya masuk ke SMP Negeri 1 Turen gak kesampaian. Sigit kecil yang baru sunat kelas 1 SMP ini jadi remaja tanggung yang diejek sama temen-temennya gara-gara ini anak kecil banget. Malah banyak yang bilang kalo ini anak gak bakal bisa tinggi. Hari-hari dilalui Sigit seperti anak-anak SMP lainnya, tapi yang bikin beda, tiap pulang sekolah antara jam 2 sampe jam 5 sore, Sigit angon wedhus (menggembala kambing) di sawah. Mulai ngarit (nyari rumput) sampe ngasih makan dilaluinya tiap hari. Ini untuk membantu orang tua yang kerjaannya emang peternak sapi sama kambing. Waktu SMP ini, Sigit remaja tanggung yang tetep kecil mulai terkena syndrome yang namanya jatuh cinta. Tapi seperti yang bisa ditebak, ini anak nggak PeDe alias Percaya Diri dengan tubuhnya yang kecil plus tukang angon wedhus lagi. Singkatnya Sigit akhirnya lulus dari SMP dan dapat peringkat terbaik ke-3 di SMPnya. Hehehehehe…..
Sigit akhirnya masuk di SMA terbaik di Kota Malang tahun 2005, SMA Negeri 3 Malang. Sigit orang ke-3 di desanya yang berhasil masuk di SMA ini. Sigit yang mulai remaja ternyata nggak kecil lagi, badannya mulai tinggi yang membuatnya jadi makin Pe De. Sigit mulai dikenal kawan-kawannya sebagai sosok yang pinter main bola, ceweknya cakep, plus peternak burung puyuh. Kehidupan masa SMA memang paling indah dan berkesan. DI SMA ini, banyak banget kenangan yang nggak bakal bisa dilupakan. Mulai kelas X-3, XI-IA 3, sampe XII-IA 4. Ketika kelas XII, mulailah kedewasaan anak ini diuji, Sigit harus menentukan masa depan dengan memilih perguruan tinggi dan jurusan yang diinginkan. Sampai pada akhirnya Sigit Lulus UAN dan SNMPTN masuk ke Universitas Brawijaya Jurusan Teknik Perangkat Lunak (Teknologi Informasi).
Sigit yang mulai dewasa memulai kuliahnya di UB dengan OSPEK yang menyiksa. Sigit yang nggak kerasan kuliah di UB akhirnya memutuskan keluar dari UB dan lebih memilih masuk Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (berkat doa orang tua Sigit lulus USM STAN). Hal ini dikarenakan Sigit nggak tega melihat orang tuanya yang terus bekerja keras demi menyekolahkan anak-anaknya. Sigit yang mulai dewasa berpikir bagaimana caranya bisa kuliah yang cepat, lulus langsung dapet kerja, masa depan terjamin, bayaran waktu udah kerja gede, dan GRATIS lagi. Itu semua terjawab oleh STAN. Sejak saat itulah Sigit harus berjuang di Jakarta membawa nama baik keluarganya.
Di STAN, Sigit pertama kali masuk di kelas 1-G Akuntansi Pemerintahan ato yang lebih dikenal dengan sebutan Bikini Bottom. Waktu naik tingkat 2, sigit masuk di kelas 2-O atau lebih dikenal dengan sebutan Oksigen. Di tingkat akhir, Sigit masuk di kelas 3-T. Selama kuliah di STAN, Sigit aktif di Organda (Organisasi Daerah) MAHAREMA (Mahasiswa Arek Malang maharemastan.blogspot.com)Terutama di bidang sepak bola mewakili nama Malang. Berbagai kejuaraan diikuti dan banyak piala dan piagam sudah diraih Sigit bersama Maharema.
Itulah sekelumit perjalanan kehidupan Sigit sampai akhirnya bisa ada di kampus Ali Wardhana ini. Sebagai mahasiswa Semester Akhir (Semester 6) Prodip. III Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan harapan untuk membahagiakan orang tua semakin membumbung tinggi. Harapan, impian, dan cita-cita yang ada dalam benak Sigit saat ini hanyalah itu. MEMBAHAGIAKAN KEDUA ORANG TUA..


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

1 komentar:

GJ mengatakan...

yang begini nih asik bacanya, terutama yang diawal-awal.. nice post, keep posting

Posting Komentar